Basmallah

Dari generasi ke generasi permasalahan umat akan selalu muncul sepanjang sejarah peradaban umat itu sendiri. Hanya ruang dan waktu saja yang membedakan corak permasalahan, namun mempunyai substansi yang sama.
Pada dasarnya problematika umat terbagi dalamtiga bagian, yaitu :
A. Qadhiyah Nafs ( Problematika Kejiwaan )
Masalah ini merupakan penyakit / gejala individual. Jadi dalam pencegahannya / pengobatannya dilakukan secara individual ( Fardiyyah ) yaitu dengan Tazkiyatun Nafs. Karena secara kodrati, manusia lahir ke dunia ini dibekali dengan 3 sifat utama, yaitu :
1. Muyul / Kecenderungan – Kecenderungan :
Sifat muyul ini lebih banyak dipengaruhi oleh alam sekitarnya. Jadi, diperlukan lingkungan yang islami agar sifat muyul itu sesuai dengan fitrahnya yaitu islam.
2. Gharizah / Naluri
Manusia, selain dibekali dengan sifat muyul. Dibekali pula naluri untuk melakukan sesuatu, misalnya : naluri untuk makan ketika lapar, minum ketika haus, naluri meneruskan kelangsungan hidup dan lain sebagainya. Sifat ini merupakan pembawaan manusia.
3. Syahwat
Untuk melengkapi keberadaannya, maka manusia dibekali syahwat untuk melakukan aktifitas hidupnya. Dengan syahwat ini pula orang dapat terjerumus pada aktifitas – aktifitas yang negatif baik secara moral maupun agama.

Ketiga sifat inilah yang melandasi aktifitas manusia, oleh karena itu harus mendapat arahan sesuai dengan kehendak Sang Pencipta yaitu Alloh SWT. Dalam hal ini Al – Qur’an lah sebagai suatu ketetapan yang postulat dalam mengarahkan dan membimbing manusia. Dengan demikian, penyakit – penyakit kejiwaan yang muncul dari manusia itu disebabkan karena jauhnya manusia dari ketetapan – ketetapan hukum yang postulat yaitu Al – Qur’an. Adapun penyembuhannya adalah dengan tazkiyatun Nafs melalui shalat malam, dzikir, aktifitas – aktifitas ibadah lainnya. Kecuali itu dengan melakukan proses pembinaan untuk mendalami Al – Qur’an. Dengan demikian perubahan kejiwaan pada tiap – tiap individu merupakan syarat mutlak menuju masyarakat yang lebih baik.

B. Qadhiyah Mu’ashirah ( Problematika Kontemporer )
Problema ini bersifat bersama, dengan demikian pemecahannya pun tidak dapat dilakukan sendirian, tapi secara ter-organisasi dan rapi melalui proses pembinaan. Secara historis, problema umat dibagi dalam 2 pokok permasalahan, yaitu :
1. Al – Inhirat ( Penyimpangan )
Pada fase ditandai dengan adanya :
– Penguasa yang kejam;
Sejarah mencatat, bahwa banyak sekali penguasa – penguasa diktator yang membantai kaum muslimin di beberapa negara. Padahal mereka beragama Islam, akan tetapi mereka phoby (takut) terhadap ideologi Islam. Bahkan pernah terjadi juga di Negara kita, Indonesia.
– Penyimpangan ajaran Islam;
Ajaran Islam telah diwarnai oleh berbagai pemikiran manusia, sehingga muncullah bermacam – macam bid’ah di kalangan masyarakat kita.
– Munculnya penyeru – penyeru ke neraka;
Pengaruh informasi, dalam hal ini besar sekali pengaruhnya terhadap peradaban umat Islam dan kaum muslimin yang kebanyakan berasal dari dunia ketiga. Berbagai informasi, alam filsafat dan ideologi kafir telah banyak disebarkan musuh – musuh Islam dewasa ini. Akibatnya tidak sedikit generasi muda Islam yang menerima mentah – mentah produk pemikiran dan ideologi mereka.
Pada akhirnya generasi ini membenci ideologinya sendiri yaitu Islam. Memang suatu dilematika bagi kaum Muslimin dewasa ini, di satu sisi kita tidak boleh ketinggalan dalam bidang ilmu pengetahuan, disisi lain ilmu empiris yang kita terima telah dilandasi oleh teori dan ideologi tertentu yang bertujuan menghancurkan Islam.Bahkan itu terjadi juga pada para ustadz, kyai dan mereka yang ngaku para ulama ( QS 3: 69 s/d 72 ).
Mereka phoby terhadap ideologi Islam, bahkan sekarang ini mereka berani mengeluarkan fatwa haram tentang rokok dan pemilu. Bukankah setiap orang itu di atur oleh Alloh SWT apalagi jika mereka Islam, jadi dalam melakukan sesuatu itu harus minta izin dulu pada Alloh SWT / meminta petunjuk dari-Nya. Ahhhhhhhhhh pusing, mungkin saya yang gila, bego, tolol atau mereka sendiri yang gila.
Wallahu’alam bis showab.

– Penghambatan pelaksanaan ajaran Islam
Sebagai konsekuensi dari kevakuman kekhalifahan umat Islam dewasa ini, maka umat Islam berada di bawah kekuasaan pemerintah yang menggunakan hukum selain Islam. Akibatnya dalam aktifitas kegiatannya, kaum muslimin selalu dibatasi.

2. Amradu Al – Isti’mariyah ( Penyakit peninggalan Penjajah )
Setelah perang salibberakhir, maka dimulailah etape baru dalam sejarah peradaban umat Islam. Yaitu penjajahan negara – negara barat ( Kristen ) atas dunia Islam. Akibatnya tidak hanya kerugian di bidang ekonomi melainkan meliputi beberapa hal antara lain :
– Kekacauan Pemikiran
Pukulan yang terberat yang telah ditimpakan oleh penjajah pada kita bukanlah di bidang politik atau ekonomi, melainkan di bidang pemikiran dan mental. Akibatnya generasi kita, kaum muslimin mengalami kekacauan dalam berpikir.
– Kekotoran Jiwa
– Keterbelakangan
Mengentas keterbelakangan umat memerlukan proses pembinaan yang lama dan panjang. Dan hal ini harus dilakukan kaum muslimingenerasi sekarang dan yang akan datang.

C. Al – Quwwatul’ alamiyah ( Kekuatan Internasional )
Kekuatan internasional ini terbagi dalam 3 kekuatan :
1. Harakatul Yahudi ( Gerakan Yahudi )
2. Harakatul Nashara ( Gerakan misi Kristen )
3. Harakatul Musyrikin ( Gerakan Musyrikin )

Ketiga kekuatan ini dicorongkan untuk menghancurkan Islam, dengan pendekatan yang berbeda, namun mempunyai tendensi yang sama yaitu menghancurkan Islam sampai keakar – akarnya.
Merupakan tanggung jawab kitalah sebagai kaum muslimin untuk ikut berpartisipasi mengentas permasalahan umat dewasa ini. Memang disadari atau tidak, pembinaan merupakan prioritas utama dalam mengentas permasalahan umat. Tanpa itu hanya akan merupakan pekerjaan yang sia – sia dan tidak mengarah.
Adapun yang merupakan problema yang mendesak adalah bagaimana menyusun sistem pembinaan yang Islami, sehingga mampu menjawab tantangan zaman di era globalisasi ini. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa sintesa antara ilmu – ilmu empiris yang diimbangi dengan konsep – konsep Al – Qur’an serta disiplin ilmunya itulah barangkali suatu sistem pembinaan periode mendatang.
Akhirnya sejauh manakah keterlibatan kita dalam proses perubahan ini …?????
Dan apa pula usaha – usaha yang telah kita kerjakan serta program – program yang kita rancang untuk masa mendatang.

Iklan